Homeschooling Anak Tunalaras

Jun - 02
2020

Homeschooling Anak Tunalaras

Homeschooling Sebagai Sarana Mendidik Anak Tunalaras

Anak tunalaras atau disebut juga anak tunasosial merupakan anak – anak yang mengalami gangguan perilaku yang tidak sesuai dengan norma – norma lingkungannya. Contoh gangguan perilaku ini seperti memukul, merusak milik orang lain, menyerang, sering menangis, tidak percaya diri, memiliki rasa kekhawatiran tinggi, suka berkhayal dan sebagainya. Biasanya anak tunalaras sering mengalami hambatan ketika menyesuaikan diri dan kesulitan mengendalikan emosi, sehingga dibutuhkan penanganan khusus pada anak tunalaras.

Ketika emosi atau perilaku seorang anak tunalaras sedang meledak – ledak, orang – orang sering menyalahartikan sebagai kenakalan anak pada umumnya, sehingga anak tunalaras biasa di cap sebagai anak nakal yang tidak dapat menjaga tingkah lakunya. Tentu hal ini membuat orang tua sedih dengan lingkungan yang tidak memahami bahwa anak tunalaras merupakan anak spesial yang membutuhkan penanganan yang spesial juga.

Oleh karena itu, homeschooling dapat menjadi pilihan alternatif bagi anda sebagai orang tua, agar anak tunalaras tetap mendapatkan pendidikan seperti anak pada umumnya disertai pendampingan khusus untuk mendidik anak tuna laras. Homeschooling merupakan program pendidikan seperti sekolah, dimana orang tua dapat mendidik dan menentukan sistem pengajaran sendiri di rumah. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 129 tahun 2014, homeschooling sudah termasuk sistem pendidikan yang dilegalkan. Saat ini telah hadir homeschooling khusus untuk anak penderita tunalaras yang terpercaya untuk mendidik anak-anak anda di rumah.

Manfaat homeschooling untuk anak tunalaras
Dengan adanya homeschooling kebutuhan anak menjadi lebih terarah dan mudah didapatkan, apalagi untuk anak tunalars yang membutuhkan perlakuan istimewa. Karena seringkali sekolah umum tidak dapat mengawasi anak didiknya satu per satu, sehigga akan berbahaya jika anak tunalaras luput dari pengawasan sekolah. Selain itu anak juga mendapat beberapa keuntungan, diantaranya :

1.Suasana belajar yang kondusif dan mendukung
Ketika anak ditempatkan dalam suasana yang memicu gangguan perilakunya, bukan tidak mungkin gejala – gejala tersebut akan muncul. Oleh karena itu pengajar dan orang tua harus membuat suasana yang mendukung program pembelajaran bagi anak tunalaras. Ruang belajar dapat didekorasi senyaman mungkin agar menimbulkan semangat belajar anak tunalaras.

2.Kegiatan belajar mengajar lebih fleksibel
Karena dilakukan secara mandiri, otomatis orang tua dan anak dapat memilih sendiri waktu yang tepat sesuai kebutuhan anak tunalaras. Ketika anak mempunyai waktu belajarnya sendiri, anak tunalaras pun mempunyai waktu bermain dan mengenal dunia sekitar. Kegiatan anak menjadi lebih terarah dan orang tua lebih mudah mengawasinya.

3.Membentuk kepribadian pendukung
Sikap dan karakter anak tunalaras penting untuk diarahkan, apalagi ketika gangguan – gangguannya muncul. Anak perlu belajar mengendalikan diri, apa yang harus dilakukan untuk menangani gejalanya dan sikap apa yang pantas ditunjukan dalam berbagai situasi.

4.Pergaulan lebih aman
Program pendidikan di rumah memungkinkan orang tua mengawasi langsung lingkup pergaulan anaknya, dengan begitu orang tua tidak perlu khawatir anaknya salah memilih pergaulan. Agar pergaulan anak tunalaras tidak terbatasi, tugas orang tualah untuk membimbing dan mengenalkan anak pada lingkungan sekitarnya sehingga anak tunalaras tetap memiliki pergaulan yang luas meskipun tidak bersekolah di sekolah formal.
Sistem homeschooling sebagai alternatif program pendidikan anak tunalaras memang menjanjikan banyak keuntungan, namun orang tua dan pengajar tetap harus mendiskusikan sistem belajar yang terbaik untuk anak tunalaras. Jangan sampai anak merasa tertekan dengan paksaan orang tua.