Homeschooling

Manfaat Homeschooling Untuk Anak Autis
Setiap anak dilahirkan dengan keadaan yang istimewa di dunia ini. Ada beberapa anak yang membutuhkan cara untuk belajar yang berbeda dan tidak dapat disamakan dengan anak – anak lain seusianya, terutama anak – anak penyandang autis. Salah satu cara belajar yang menjadi pilihan utama orang tua yang memiliki anak autis ialah sekolah dengan sistem belajar di rumah atau yang lebih sering dikenal dengan homeschooling. Anak – anak autis biasanya memiliki kemampuan yang kurang baik dalam menerima informasi yang diberikan kepadanya. Kadang kala perilaku anak – anak autis yang sering meledak – ledak cukup sulit untuk ditebak. Oleh karena itu, beberapa anak autis bisa mendapatkan hambatan dalam proses belajar dan berada di tingkat yang berbeda dengan anak – anak yang sebayanya. Pada anak autis, mereka akan mengalami beberapa hambatan dalam proses belajar serta keberhasilannya sangat rendah terutama dalam hal akademik. Karena itulah anak penderita autisme dianggap akan lebih cocok dengan metode pembelajaran dengan konsep homeschooling yang lebih fleksibel dan fokus pada materi – materi tertentu.

Manfaat Homeschooling Untuk Anak Autis
Konsep belajar homeschooling sendiri berbeda dengan konsep belajar yang diterapkan di sekolah – sekolah konvensional. Homeschooling memiliki beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh anak penyandang autis, yakni sebagai berikut:

1. Kecepatan Belajar dapat DIsesuaikan dengan Kebutuhan dan Kemampuan Anak
Dengan melakukan pembelajaran dengan konsep homeschooling, anak autis tidak perlu belajar dengan kecepatan yang sama seperti proses belajar yang dilakukan oleh anak– anak yang lainnya. Mereka bisa melakukan pembelajaran dengan tempo yang sudah disesuaikan dengan kemampuan mereka. Hal ini sangat berdampak positi karena anak-anak penyandang autis bisa mendapatkan waktu yang lebih banyak untuk bisa memahami dan mengulang kembali materi – materi yang telah disampaikan. Dengan begitu, anak menjadi lebih mudah dalam menerima informasi yang telah diberikan.

2. Waktu Sekolah yang Fleksibel
Anak – anak penyandang autisme biasanya mempunyai waktu untuk mejalani terapi. Dengan penyesuaian waktu yang lebih fleksibel, maka orang tua akan lebih mudah mengatur waktu sesuai dengan kebutuhan. Hal ini tentu saja akan sangat membantu orang tua. Apalagi pada anak – anak penyandang autis yang lebih membutuhkan banyak waktu untuk dapat menyerap materi serta butuh waktu istirahat yang lebih banyak apabila waktu istirahat dibandingkan anak – anak lainnya. Pada pembelajaran dengan konsep sekolah rumahan, masalah – masalah tersebut bukan menjadi masalah yang besar.

3. Pengarahan yang Lebih Terpusat pada Anak
Ada beberapa orang tua yang memiliki anak yang menderita autisme mengetahui bahwa anak mereka akan belajar dengan lebih baik jika mendapatkan pengarahan yang bersifat lebih personal daripada melakukan proses belajar secara berkelompok dengan anak – anak lainnya seperti di sekolah konvensional pada umumnya. Guru bisa lebih mengeksplorasi materi, memberikan kesempatan untuk anak bertanya dan menjawab dengan baik, serta memberikan respon secara langsung terkait proses belajar yang ditempuh anak tersebut.

4. Meminimalisir Gangguan pada Proses Belajar
Cara homeschooling memberikan lingkukan dan suasana pembelajaran yang lebih ideal dan cocok untuk anak dengan autis. Lingkungan belajar dapat diatur dengan meminimalkan gangguan yang biasanya muncul ketika belajar yaitu dengan cara menyediakan tempat belajar yang lebih nyaman dan jauh dari kebisingan untuk anak. Dengan begitu, anak bisa lebih fokus dalam proses belajar tanpa harus mengalami gangguan-gangguan yang biasanya terjadi di sekolah biasa.

 

Homeschooling di Adinata saja, kami siap memberikan yang terbaik.

Kami tertarik dengan Adinata Homeschooling

Chat di Whatsapp